Permasalahan Suap Lapas Sukamiskin, KPK Panggil 2 Saksi dari Pihak Hotel

Permasalahan Suap Lapas Sukamiskin, KPK Panggil 2 Saksi dari Pihak Hotel

Berita Pasti –  Permasalahan Suap Lapas Sukamiskin, KPK Panggil 2 Saksi dari Pihak Hotel. KPK memulai melakukan pemeriksaan saksi-saksi terkait kasus dugaan suap terhadap dua eks Kalapas Sukamiskin. KPK memanggil dua saksi dari pihak Hotel Grand Mercure Bandung.

“Dipanggil sebagai saksi untuk tersangka WH (Wahid Husein),” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Jumat (18/10/2019).

 

Baca Juga : Di Balik Kemauan Jokowi Supaya Personel KPK Jadi Pegawai Negara

 

Identitas kedua saksi tersebut yakni:

-Executive Assistant Manager Hotel Grand Mercure, Subendi
-Assistant Front Office Manager Grand Mercur Bandung, Agin Nugraha

Dalam kasus ini, KPK menetapkan lima tersangka baru kasus dugaan suap terkait pemberian fasilitas di Lapas Sukamiskin, Kota Bandung. Penetapan tersangka baru ini dilakukan dari pengembangan dari OTT terhadap eks Kalapas Sukamiskin Wahid Husein pada 2018.

Permasalahan Suap Lapas Sukamiskin, KPK Panggil 2 Saksi dari Pihak Hotel

 

“Dalam penyidikan tersebut sekaligus ditetapkan 5 orang tersangka,” kata Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan dalam konferensi pers di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (16/10/2019).

Lima tersangka itu ialah:

Tersangka penerima:

1. Mantan Kalapas Sukamiskin Wahid Husein (WH)
2. Mantan Kalapas Sukamiskin Deddy Handoko (DHA)

 

Baca Juga : Ketentuan Dinilai Terpenuhi, Jokowi Dimohon Tidak Ragu Terbitkan Perppu KPK

 

Tersangka Pemberi

1. Napi kasus korupsi, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan (TCW)
2. Mantan Bupati Bangkalan yang juga napi korupsi Fuad Amin (FA) (status tersangka gugur karena Fuad wafat dalam proses penyidikan)
3. Direktur Utama PT Glori Karsa Abadi, Rahadian Azhar (RAZ)

KPK menduga kedua eks Kalapas Sukamiskin itu baik Wahid Husein dan Deddy Handoko menerima suap berupa uang dan mobil mewah. Wahid saat ini menjadi narapidana di Lapas Sukamiskin. Dia divonis 8 tahun penjara gegara menerima suap dari narapidana.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: