Bos Mercedes: Kecepatan Ferrari Hampir Mustahil Dikejar

Bos Mercedes Kecepatan Ferrari Hampir Mustahil Dikejar

Berita Pasti –  Bos Mercedes: Kecepatan Ferrari Hampir Mustahil Dikejar. Prinsipal Tim Mercedes AMG Petronas, Toto Wolff, mengakui kecepatan mobil Scuderia Ferrari di trek lurus nyaris tak terkejar. Pria berkebangsaan Austria itu ragu selisih kecepatan mobil SF90 dapat dikejar lewat pengembangan mobil W10 milik timnya pada sisa kejuaraan Formula One (F1) 2019.

Sekadar informasi, Lewis Hamilton dan Valtteri Bottas sudah menggunakan seluruh jatah alokasi mesin, yakni tiga unit per musim, hingga seri F1 GP Rusia 2019 akhir pekan ini. Penggunaan unit mesin baru akan berbuah hukuman penalti mundur posisi start yang tentunya merugikan untuk balapan.

 

Baca Juga : Berlangsung di Monas, Penerapan Formula E akan Tutup Jalur Sepanjang Sepekan

 

Pada saat bersamaan, Scuderia Ferrari menunjukkan kebangkitan dalam tiga seri terakhir dengan menyapu bersih kemenangan. Modal utama The Prancing Horse untuk meraih kemenangan ada pada aspek kecepatan di trek lurus, sesuatu yang diyakini Toto Wolff akan sulit dikejar.

 

Bos Mercedes: Kecepatan Ferrari Hampir Mustahil Dikejar

 

“Menurut saya, tidak akan banyak perkembangan performa. Anda harus paham bahwa ada selisih yang nyaris mustahil dikejar. Namun, kami harus lebih baik dalam mengembangkan sasis mobil serta memahami usia ban dalam kaitannya dengan strategi balapan,” tutur Toto Wolff, dilansir dari Crash, Minggu (29/9/2019).

“Pada tiga balapan terakhir, kami punya mobil yang cukup bagus meski dalam aspek kecepatan terlihat selisih cukup besar saat kualifikasi. Melihat performa mesin mereka (Ferrari), kami tidak bisa berharap untuk mendominasi dalam beberapa pekan mendatang,” imbuh pria berusia 47 tahun itu.

 

Baca Juga : Kalahkan Antonsen, Anthony Ginting Jejak Final Cina Open 2019

 

Scuderia Ferrari memang terlihat bangkit dalam tiga seri terakhir di sirkuit dengan karakter yang berbeda-beda usai jeda musim panas. Bila Sirkuit Spa-Franchorchamps di Belgia dan Monza di Italia membutuhkan power mesin besar, maka Sirkuit Marina Bay di Singapura lebih mengandalkan downforce yang kebetulan menjadi kekurangan Ferrari di awal musim. Namun, mereka berhasil menang.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: