Hakim: Kebohongan Ratna Sarumpaet Timbulkan Bibit-bibit Keonaran

 

Hakim Kebohongan Ratna Sarumpaet Timbulkan Bibit-bibit Keonaran

BeritaPasti.com – Hakim: Kebohongan Ratna Sarumpaet Timbulkan Bibit-bibit Keonaran, Hakim anggota Krisnugroho menyatakan, cerita bohong yang dikarang Ratna Sarumpaet telah menimbulkan benih-benih keonaran. Hal itu dilihat dari perdebatan yang terjadi di dunia maya serta demonstrasi di pelbagai daerah.

 

Menurut hakim Kris, terdakwa telah membuat resah masyarakat terutama di media sosial juga di media mainstream sehingga menimbulkan pro dan kontra serta silang pendapat.

Selain itu, cerita bohong terdakwa juga disikapi oleh masyarakat. Mereka melakukan demo

nstrasi di Polda Metro serta adanya pertemuan sekelompok orang di restoran cepat saji guna menyikapi kejadian yang dialami terdakwa. Kris menyebut itu sebagai bibit keonaran.

“Keonaran itu belum benar-benar terjadi, tapi bibit-bibit untuk terjadinya keonaran itu telah tampak dan muncul ke permukaan,” ujar dia di PN Jaksel, Kamis (11/7).

 

Baca Juga : Temuan Yang Mengejutkan Dalam Rumah Rey Utami-Pablo Benua

 

Sebab jika kondisi tersebut tidak cepat teratasi oleh pihak ke polisian maka kerusuhan, keributan dan keonaran bisa terjadi.

“Dan hal tersebut tentunya akan sangat merugikan kita semua dan fungsi hukum untuk menjaga ketertiban di masyarakat menjadi tidak mempunyai arti,” ujar dia.

Hakim: Kebohongan Ratna Sarumpaet

Hal itu diperkuat dengan kenyataan bahwa kondisi ini baru mereda setelah terdakwa melakukan konferensi pers dan mengakui kebohongannya dan minta maaf. “Kala itu polisi menunjukkan bukti lebam dan bengkak di wajahnya setelah operasi plastik,” ujar dia.

 

Baca Juga : 8 Petugas Pemilu di Solo Diusulkan Masuk Daftar Hitam

 

Kris mengingatkan yang disampaikan itu juga sangat dipengaruhi oleh situasi dan kondisi.

“Saat disampaikan dan dalam sikon yang kondusif aman dan tentram masyarakat yang menerima pesan itu tidak akan terlalu reaktif dan menganggap sebagai peristiwa pidana biasa. akan jika pesan itu disampaikan pada saat situasi yang tidak kondusif apalagi saat sedang berlangsung pesta demokrasi pelaksanaan pilpres maka hal itu akan dikaitkan dengan pelaksanaan demokrasi, penyimpangan demokrasi dan keadilan,” tutup dia.

 

Sumber : www.merdeka.com

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: