8 Petugas Pemilu di Solo Diusulkan Masuk Daftar Hitam

BeritaPasti.com – 8 Petugas Pemilu di Solo Diusulkan Masuk Daftar Hitam, Sebanyak delapan orang petugas Pemilu 2019 di Solo direkomendasikan untuk masuk ke dalam daftar hitam. Hal itu disebabkan mereka menyalahi prosedur saat memasukkan data.

Bawaslu Surakarta menyebut lima di antaranya merupakan anggota PPS Kelurahannya Nusukan dan tiga lainnya adalah anggota PPK Banjarsari. Mereka bersalah karena salah memasukkan angka dari formulir C1 ke DAA1.

 

Baca Juga : Komnas HAM: Kasus Penyerangan Novel Bisa Terungkap Sampai Aktor Intelektual

 

Kesalahan tersebut menyebabkan suara salah satu Caleg DPRD Surakarta dari PDIP, Wawanto berkurang. Setelah melaporkan kejanggalan itu, suara untuk Wawanto akhirnya kembali seperti semula.

“Kami meminta agar mereka dimasukkan ke dalam daftar hitam. Rekomendasi sudah kami kirim ke KPU agar tidak lagi memakai mereka di pemilu selanjutnya,” kata anggota Bawaslu Surakarta Divisi Penindakan Pelanggaran, Poppy Kusuma, Rabu (10/7/2019).

8 Petugas Pemilu di Solo

Selain kesalahan dalam memasukkan data, mereka juga dinilai salah prosedur saat melakukan rapat pleno penghitungan suara di tingkat kecamatan. Seharusnya rapat dipimpin oleh PPK, namun rapat dipimpin oleh PPS.

“Itu hal yang tidak boleh dilakukan. Meskipun kami sudah mengklarifikasi kepada para saksi, mereka tidak mempermasalahkannya,” ujar dia.

 

Baca Juga : Viral : Video Pria Tepar Karena Dipukul Oleh Seorang Pengendara Motor

 

Selanjutnya KPU akan melanjutkan rekomendasi Bawaslu dengan melakukan klarifikasi kepada delapan petugas tersebut. Diperkirakan proses klarifikasi akan selesai dalam dua pekan.

“Rekomendasi ini penting kami berikan agar ke depannya petugas pemilu lebih berhati-hati dalam bertugas,” pungkasnya.

 

Sumber : news.detik.com

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: