Perang Dagang Antara AS vs Cina Semakin Memanas

Perang Dagang Antara AS vs Cina Semakin Memanas
Perang Dagang Antara AS vs Cina Semakin Memanas

BeritaPasti.com – Indef (Institute for Development of Economics and Finance) meminta agar pemerintah harus terus mewaspadai ancaman perang dagang antara Cina dan Amerika Serikat yang semakin memanas. Salah satu dampaknya adalah terhadap sektor perdagangan Indonesia menurut Direktur Eksekutif Indef Tauhid Ahmad.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sudah menaikkan tarif impor untuk produk barang dagangan dari Cina dari 10% menjadi 25%. Hal ini tentunya membuat perdagangan bursa saham di Cina merosot tajam pada Jumat, 10 Mei 2019. Kenaikan tersebut menurut Tauhid tidak hanya berdampak pada ekonomi Cina namun juga negara lainnya termasuk Indonesia.

Jika dalam waktu dekat Cina juga membalas Amerika Serikat dengan menaikkan tarif impor sebesar 25%, maka seluruh negara akan terkena dampaknya. Terlebih lagi dengan ancaman dari Donald Trump yang menyatakan sebaiknya Cina segera mengambil tindakan karena jika mereka menunggu 2020 dan berharap agar Partai Demokrat menang dan adanya pergantian presiden, Donald Trump kemungkinan besar akan semakin mempersulit keadaan Cina.

Tauhid menjelaskan, hal ini penting mengingat kondisi ekspor yang melambat pada kuartal I 2019. Menurut Tauhid pada kuartal I 2019, ekspor tercatat melambat sebesar -2,98 persen secara year on year. Angka ini jauh lebih dibandingkan pada kuartal sebelumnya yang tumbuh 5,94 persen year on year.

Tauhid menuturkan, dengan kondisi ekonomi dunia yang terus melambat dan ditambah efek perang dagang, maka akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi negara tersebut. Misalnya, pertumbuhan ekonomi Cina berpotensi terkoreksi sebesar hampir 1 persen pada 2021.

Efeknya, dengan menurunnya pertumbuhan ekonomi Cina maka juga berpotensi menurunkan permintaan ekspor ke Indonesia. Tauhid mengatakan, penurunan 1 persen PDB Cina akan menurunkan PDB Indonesia sebesar 0,14 persen sementara apabila penurunan 1 persen PDB Amerika akan menurunkan PDB Indonesia sebesar 0,05 persen

“Artinya, PDB kita akan terkoreksi kurang lebih secara bersamaan dapat mencapai 0,19 persen tanpa contagion efek. Efek ini akan lebih besar apabila menjalar kenegara-negara lain yang kemudian berdampak bagi Indonesia,” kata Tauhid.

Sumber ► tempo.co

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *